Selasa, 29 September 2009 di 19.16 | 0 komentar  
PROSEDUR INSTALASI WIRELESS LAN

Peralatan
1. Kompas dan peta topografi
2. Penggaris dan busur derajat
3. Pensil, penghapus, alat tulis
4. GPS, altimeter, klinometer
5. Kaca pantul dan teropong
6. Radio komunikasi (HT)
7. Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
8. Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
9. Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
10. Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
11. Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
12. Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)

Survey Lokasi
1. Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2. Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3. Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4. Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
5. Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6. Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat

Pemasangan Konektor
1. Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2. Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3. Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4. Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5. Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
6. Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7. Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
8. Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9. Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10. Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet

Pembuatan POE
1. Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2. POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3. Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4. Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter

Instalasi Antena
1. Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
2. Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
3. Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4. Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5. Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6. Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah

Instalasi Perangkat Radio
1. Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2. Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3. Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4. Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5. Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6. Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7. Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8. Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna

Pengujian Noise
1. Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2. Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3. Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4. Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % - 60 % good, 60 % - 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % - 20 % - 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5. Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % - 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6. Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7. Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.

Perakitan Antena
1. Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2. Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3. Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4. Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
5. Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan

Pointing Antena
1. Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2. Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3. Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
4. Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5. Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6. Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7. Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)

Pengujian Koneksi Radio
1. Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2. Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3. Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4. Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5. Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6. Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7. Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8. Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9. Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10. Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar
Diposting oleh Abib Faisal
Minggu, 13 September 2009 di 23.14 | 0 komentar  
Laporan Prakerin ( 11 )


1. Senin 7-September-2009
• Nero :
- Membakar CD menggunakan Nero (membakar Win XP, Linux IGOS, Mikrotik dll)

2. Selasa 8-September-2009
• Mendiagnosa dan Instalasi Win XP :
- Mengecek komputer dan Menginstall Win XP1 dan Win XP2

3. Rabu 9-September-2009
• Browsing Internet :
- Mendownload driver BCS 945GCT-M2V.1.0 serta mengecek internet yang mati di DISHUBPAR

4. Kamis 10-September-2009
• Memasang CPU :
- Memasang CPU di server dan mengecek HUB

5. Jum'at 11-September-2009
• IZIN :
- Izin ke sekolah untuk mengurus surat prakerin
Diposting oleh Abib Faisal
Minggu, 06 September 2009 di 19.39 | 0 komentar  
Laporan Prakerin ( 10 )


1. Senin 31-Agustus-2009
• Membersihkan Ruangan :
- Membersihkan Ruangan dan membuat kabel straight serta memasangnya

2. Selasa 1-September-2009
• Kerja Lapangan :
- Mengecek Jaringan yang mati / tidak konek di BALAI KOTA ( Kabel HUB nya )

3. Rabu 2-September-2009
• Kerja Lapangan :
- Mengecek jaringan yang mati / tidak konek di Dinas Pekerjaan Umum Kota Tegal jl.Proklamasi No.11 Tlp.56353 (kabel listriknya yg mengalami kejenuhan)

4. Kamis 3-September-2009
• Mengetik :
- Mengetik laporan Realisasi Anggaran Tahun 2007

5. Jum'at 4-September-2009
• Mengetik :
- Mengetik dan membantu karyawan DISHUBKOMINFO
Diposting oleh Abib Faisal
Minggu, 30 Agustus 2009 di 20.03 | 0 komentar  
Laporan Prakerin ( 08 )


1. Senin 17-Agustus-2009
• Libur :
- HUT RI Ke-64

2. Selasa 18-Agustus-2009
• Merapikan Data :
- Merapikan data – data yang penting

3. Rabu 19-Agustus-2009
• Merapikan LAB :
- Merapikan ruangan LAB, serta ada gangguan pada listrik

4. Kamis 20-Agustus-2009
• Linux IGOS :
- Memahami tentang linux igos

5. Jum'at 21-Agustus-2009
• Mengetik :
- Mengetik lampiran ( WALIKOTA TEGAL ) yang akan di masukan di web ( http://www.tegalkota.go.id/



Laporan Prakerin ( 09 )


1. Senin 24-Agustus-2009
• Kerja Lapangan :
- Mengecek jaringan yang tidak konek di BALAI KOTA

2. Selasa 25-Agustus-2009
• Setting IP :
- Mensetting IP di win XP

3. Rabu 26-Agustus-2009
• Membuat Router :
- Membantu membuat router menggunakan mikrotik

4. Kamis 27-Agustus-2009
• Kabel Straight :
- Membuat dan memasang kabel straight di TU ( Tata Usaha )

5. Jum'at 28-Agustus-2009
• Kabel Straight :
- Membuat dan memasang kabel straight di TU ( Tata Usaha )
Diposting oleh Abib Faisal
Rabu, 19 Agustus 2009 di 21.18 | 0 komentar  
Laporan Prakerin ( 06 )


1. Senin 3-Agustus-2009
• Mengetik :
- Mengetik lampiran ( Nama Dinas / Instansi Beserta IP Addressnya

2. Selasa 4-Agustus-2009
• Browsing Internet :
• Mengetik :
- Mendownload Aplikasi
- Mengetik laporan

3. Rabu 5-Agustus-2009
• Mengidintifikasi Komputer
- Mengecek komputer di LAB dan membersihnya

4. Kamis 6-Agustus-2009
• Forum Mikrotik :
• Mengetik :
• Instalasi Win XP 2 :
- Menulusuri forum mikrotik, Alamatnya "http://www.forummikrotik.com/
- Mengetik ( REKAP PEMBELIAN BARANG TAHUN 2009 )
- Menginstal win XP 2

5. Jum'at 7-Agustus-2009
• Membantu :
• isi Tinta :
- Membantu karyawan DISHUBKOMINFO
- Mengisi tinta printer



Laporan Prakerin ( 07 )


1. Senin 10-Agustus-2009
• Menginstal win xp 2 :
• Membantu :
- Mengintal Win XP 2
- Membantu karyawan DISHUBKOMINFO ( Dalam Rangka HUT RI Ke-64 )

2. Selasa 11-Agustus-2009
• Kerja Lapangan :
- Mensetting IP di "Dinas Pendidikan UPTD SKB. Jln Bawai no.5 tlp. 351659

3. Rabu 12-Agustus-2009
• Mengidintifikasi Komputer
- Mengecek komputer yang bermasalah

4. Kamis 13-Agustus-2009
• Spesifikasi Jaringan :
• Mengetik :
- Mengecek jaringan yang mati / tidak konek ( Kabel Jaringan )
- Mengetik Lampiran Walikota Tegal

5. Jum'at 14-Agustus-2009
• Menginstal aplikasi di win Vista :
• Spesifikasi Jaringan :
- Menginstal Winamp, Photo Shop cs2, Microsoft office dll
- Mengecek Jaringan yang mati / tidak konek
Diposting oleh Abib Faisal
Senin, 03 Agustus 2009 di 23.39 | 0 komentar  
Laporan Prakerin ( 05 )


1. Senin 27-juli-2009
• Ganti HUB :
• Mengetik :
• Menjaga Operator :
- Mengganti HUB yang baru di server
- Melanjutkan Mengetik
- Menerima Perintah Dari Operator

2. Selasa 28-juli-2009
• Kabel Straight :
- Membuat Kabel Straight di Server

3. Rabu 29-juli-2009
• Instalasi Win XP 2 :
• Kabel Straight :
• Membantu :
- Menginstal Win XP 2 dan Aplikasinya
- Memperbaiki Kabel Straight
- Membantu Karyawan DISHUB

4. Kamis 30-juli-2009
• Mengetik :
• Browsing Internet :
- Melanjutkan Mengetik ( KEPUTUSAN WALI KOTA TEGAL )
- Mencari Cara - Cara Instalasi

5. Jum'at 31-juli-2009
• Disk Defragmenter dan Disk Clean UP
- Membersihkan Komputer Dengan Disk Defragmenter dan Disk Clean UP
Diposting oleh Abib Faisal
Instalasi IGOS Nusantara


Indonesia, Go Open Source! (IGOS) adalah gerakan pemerintah untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi berbasis Open Source Software dan sistem terbuka lainnya seperti Open Document Format (ODF), Open Standards, dan lain-lain. Sementara Linux IGOS Nusantara adalah distro yang dirilis pemerintah RI melalui Kementerian Negara Riset dan Teknologi.

Dibawah ini akan terangkan bagaimana cara menginstal Linux IGOS Nusantara dengan harapan dapat membantu proses migrasi ke sistem linux bagi mahasiswa ataupun masyarakat umum untuk bisa menggunakan sistem operasi ini..

Install IGOS Nusantara


Langkah Menginstalasi IGOS
from web : www.pikiran-rakyat.com


MENGINSTALASI IGOS Nusantara, tidak jauh berbeda dengan menginstalasi program lain. Jika mau mencoba, Kementerian Ristek berjanji menyediakan CD-nya secara gratis. Untuk memulai instalasi IGOS Nusantara, minimum spesifikasi perangkat keras yang dibutuhkan yaitu:

- Processor Intel Pentium Class (Optimum paa Pentium 4 CPUs) atau AMD 64 Processors (Athlon64 dan Opteron) atau Minimum CPU Power PC G3/Power4.

- Minimum RAM untuk Text mode: 100MB.
- Minimum RAM untuk Graphical mode: 192 MB (rekomendasi 256 MB).
- Kapasitas hardisk minimum 3 GB.

1. Memulai instalasi

Untuk memulai instalasi IGOS Nusantara, boot komputer dari media boot (CD, DVD, USH, hard disk atau jaringan) di mana komputer dapat mendukung tipe boot tersebut. Jika instalasi dilakukan dari CD, pilih CD-ROM sebagai prioritas pertama boot. Setelah itu masukkan CD instalasi ke CD ROM, lalu booting ulang komputer. Setelah muncul tampilan pembuka, untuk meng-install dalam mode grafik, tekan “Enter”. Jika ingin memilih mode text, ketik linux lalu tekan “Enter”. Sebelum memulai instalasi, komputer akan memeriksa kondisi media CD instalasi. Anda bisa melewatinya dengan menekan skip untuk menuju proses selanjutnya.

2. Pemilihan bahasa

Halaman selanjutnya adalah pemilihan bahasa. Default bahasa yang digunakan adalah bahasa Inggris (English). Setelah memilih, tekan “Next”.

3. Pemilihan “keyboard”

Pada halaman selanjutnya, Anda akan diminta untuk memilih tipe keyboard. Tipe yang biasa digunakan di Indonesia adalah US English. Tekan “Next” untuk menuju halaman selanjutnya.

4. Partisi “hard disk”

Tahap berikutnya adalah membuat partisi pada harddisk. Terdapat empat pilihan, yaitu:

- Remove all partitions on selecter drives and create default layout.
- Remove Linux partitions on selecter drives and create default layout.
- Use free space on selected drives and create default layout.
- Create custom layout.

5. “Boot loader”

Jika Anda mempunyai sistem operasi lebih dari satu, Anda harus memilih sistem operasi mana yang akan langsung digunakan saat komputer booting. Jika ingin dilakukan secara otomatis, berikan checklist pada kotak yang ada di kolom default.

6. Konfigurasi jaringan

Halaman konfigurasi jaringan hanya akan ditemui jika sistem mendeteksi adanya kartu jaringan pada komputer Anda. Anda bisa mengaturnya sesuai dengan konfigurasi jaringan yang Anda miliki. Biasanya sistem akan secara otomatis mendeteksi device jaringan yang ada. Banyak jaringan yang mempunyai layanan DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) yang secara otomatis mendukung sistem yang terhubung dengan data konfigurasi. Secara default, IGOS Nusantara akan mengaktifkan semua antarmuka jaringan pada komputer Anda dan mengaturnya untuk menggunakan DHCP.

7. Pemilihan zona waktu

Pada halaman ini, akan ditentukan zona waktu yang sesuai dengan lokasi. Untuk memilihnya tinggal mengarahkan mouse ke peta dan memilih titik kuning yang melambangkan kota yang terdekat degan lokasi, Jakarta untuk WIB, Makasar untuk Wita, dan Jayapura untuk WIT.

8. Kata kunci “root”

Setiap sistem Linux mempunyai account root yang merupakan super user atau administrator sistem. Sebagai administrator sistem, Anda mempunyai akses tidak terbatas untuk mengonfigurasi atau memodifikasi sistem, dalam hal ini menggunakan account root. Sebaiknya hindari penggunaan account root untuk keperluan umum untuk meminimalkan kemungkinan kerusakan sistem.

9. Pilihan instalasi

Pada halaman ini dapat dipilih tipe instalasi yang sesuai dengan kebutuhan. Ada tiga pilihan yang tersedia yaitu:

- Office dan Productivity, tipe instalasi berisi paket-paket software umum untuk keperluan perkantoran dan administrasi.

- Software Development, pada tipe instalasi ini paket-paket yang berguna untuk kegiatan pemrograman software.
- Web Server, tipe ini merupakan tipe khusus digunakan untuk keperluan server pada jaringan.

10. Proses instalasi

Setelah melakukan pemilihan paket instalasi, proses instalasi akan segera dimulai. Lamanya proses instalasi tergantung dari banyaknya paket instalasi yang akan di-install dan kemampuan komputer yang Anda instalasi. Tekan “Next” untuk memulai meng-install paket instalasi.

11. Konfigurasi pascainstalasi

Setelah selesai instalasi komputer akan meminta Anda melakukan boot ulang. Pastikan CD instalasi sudah dikeluarkan dari CD-ROM drive. Setelah masuk ke sistem, Anda akan menemui beberapa pengaturan sebelum sistem benar-benar dijalankan, yaitu perjanjian lisensi, keamanan jaringan, Elinux, tanggal dan waktu, tampilan, pengguna sistem, dan kartu suara.

Setelah konfigurasi pascainstalasi selesai, muncul halaman login. Masukkan nama pengguna dan kata kunci yang telah dibuat. Pertama masukkan nama pengguna lalu tekan “Enter”. Selanjutnya, masukkan kata kunci dan tekan “Enter”. Jika keduanya sesuai, Anda akan masuk ke layar desktop X-Windows.

Pada login form ini ditekankan memilih language atau pemilihan bahasa dengan menggunakan bahasa Indonesia untuk memudahkan penggunaan aplikasi desktop IGOS Nusantara. /Sumber Panduan Instalasi IGOS Nusantara)
Diposting oleh Abib Faisal
Visit the Site
MARVEL and SPIDER-MAN: TM & 2007 Marvel Characters, Inc. Motion Picture © 2007 Columbia Pictures Industries, Inc. All Rights Reserved. 2007 Sony Pictures Digital Inc. All rights reserved. blogger template by blog forum